Semoga Ini Memang Passion Saya

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 27 April 2013

Share

Hari ini tepat 1 bulan saya telah diwisuda :)
Sungguh seperti mimpi saya bisa menyelesaikan kuliah ini. Apalagi keluarga saya bukan dari kalangan akademis. Bapak saya lulus sekolah dasar pun nggak tamat, sedangkan ibu alhamdulillah bisa lulus SD.
Menurut saya kuliah itu nggak berat-berat amat, malah saya menikmati dengan mata kuliah di semester2 akhir, bisa dibilang mata kuliah tersebut gue banget :D
Yang bikin berat dan menjadi momok bagi para mahasiswa itu adalah mata kuliah yang bernama S.K.R.I.P.S.I
Banyak teman saya yang menonjol di awal kuliah eh ternyata di akhir malah molor kuliah, termasuk saya sih yang molor 1 semester gara-gara skripsi :D
Tapi saya malah bersyukur bs molor kuliah karena apa yang saya harapkan dulu sebagian besar bisa terpenuhi.
Dulu saat semester tujuh, saya pengen kalau habis wisuda bisa traktir teman2 dekat di resto, menanggung sendiri biaya tugas skripsi (skripsi butuh banyak duit juga), bs bayar biaya wisuda sendiri, dan habis kuliah bisa punya usaha sendiri, jd gk usah perlu repot nyari kerja.
Dan alhamdulillah atas izin Allah semua itu terpenuhi, kalau  lulus 8 semester saya nggak yakin keinginan saya yang terlalu banyak itu bisa terjadi, mungkin ini hikmah dibalik saya molor kuliah kali ya.. :D
Yup, bagitu lulus kuliah banyak orang disekitar yang bertanya "mau ngelamar kerja dimana?" saya dengan yakin menjawab "mau mengembangkan bisnis online" itu jawaban bagi orang yang tahu kalau saya udah menjalankan bisnis online sebelumnya. Kalau saya lagi pengen iseng saya akan jawab "kerja dari rumah aja (tanpa embel2 bisnis online)" terserah deh orang menganggap saya pengagguran, toh cita-cita saya emang pengen jadi pengangguran sukses di masa tua :D
Jadi mulai sekarang kumpulin duit yang banyak dari bisnis, nanti duit itu di investasikan (jadi investor) nggak usah kerja duit mengalir lancar :p

Berbicara tentang passion, saya yakin kalau bisnis dan online adalah passion saya. Semoga keyakinan tentang passion saya tidak salah, karena banyak orang yang salah meyakini passion dalam diri mereka.

Sejak kecil saya pengen dapat duit sendiri, dan muncul ide gila buat ngamen, karena pandangan saya waktu kecil ngamen adalah pekerjaan yang paling mudah buat dapat duit dengan modal krecekan :D
Akhirnya siang2 saya mengumpulkan 2 sodara sepupu saya buat mengumpulkan tutup botol minuman (dalam bahasa jawa disebut kempieng).
Urusan kempieng beres didapat dengan mudah karena ortu saya memang jualan minuman softdrink botol. Semua peralatan pun udah tersedia palu, paku, kayu, kempieng. Nah saat asyik-asyiknya memipihkan kempieng, tiba-tiba bapak saya datang menghampiri kami dan bertanya
"lagi buat apa itu kok main palu dan paku?"
saya dengan lugunya menjawab
"mau ngamen pak biar punya duit banyak"
entah kenapa tiba-tiba bapak saya langsung marah-marah dan membubarkan kegiatan kami.
jujur waktu itu saya bingung dengan perilaku bapak saya, seharusnya dia bangga punya anak seperti saya yang punya keinginan cari duit sejak dini.. :D
tapi ketika semakin besar saya menyadari alasan bapak saya kenapa tidak mengizinkan saya ngamen. :D
ya iyalah mana ada sih orang tua yang tega melihat anaknya menjadi pengamen di pinggir jalan kalau si orang tua mampu memberi kehidupan yang layak walau tidak berlebih. :)

More aboutSemoga Ini Memang Passion Saya

Berikan Paket Komplit yang Terbaik Menurut-Mu

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 07 April 2013

Share
Ada alasan tersendiri kenapa saya memberi judul postingan ini paket komplit. Bukan paket hemat atau paket sempurna. Paket komplit saya tujukan untuk seseorang yang saya suka saat ini. Saya nggak berani menyebut ini rasa cinta, karena bagi saya kata "cinta" memiliki arti yang tinggi dalam memandang lawan jenis. Walaupun tak dipungkiri kalau saya memang jatuh cinta dengan dia, jadi untuk selanjutnya izinkan saya menyebut kata suka aja ya daripada kata cinta. (terserah saya mau nulis apa, toh ini blog pribadi saya :p )

Saya menyebut dia paket komplit karena dulu saya pernah berceletuk dalam hati  kalau suatu saat saya punya suami, saya ingin dia seperti ini, punya hobi ini, nggak suka ini tapi suka itu dan sederet celetukan yang lain yang saya harapkan sejak SMA :D. Mungkin ini bisa disebut kriteria suami, walaupun sampai saat ini saya belum pernah menuliskan sama sekali untuk list kriteria calon suami pada buku atau catatan penting saya.

Almost, dia hampir memenuhi kriteria calon suami saya, karena itu lah saya menyebut dia paket komplit :D Yang paling utama saya “cukup yakin” (bukan yakin banget) kalau agamanya baik dan selanjutnya dia buka seorang perokok, hari gini nyari lelaki bukan perokok itu seperti barang langka booo.. Seperti postingan saya sebelumnya disini, saya menyebutkan bahwa lelaki yang nggak merokok itu keren sekali. Dan dia telah selangkah  mencuri hati saya :D

Awal perkenalan kami lewat online, saya saat itu membuka jasa order dari luar negeri. Padahal dulu buka jasa order itu cuma iseng, karena keseringan belanja online di luar negeri jadi pengen nyoba buka jasa order. Dia merupakan klien saya yang kelima. Yang pasti saat pertama kali dia sms saya ingat, kalau saat itu saya lagi diluar buat beli martabak, habis isya' tiba-tiba ada sms yang minta buat orderkan barang dengan menyebut saya "bapak", dan saya nggak menyanggahnya. Karena dalam dunia online kayak gini, saya sering banget disebut bapak/mas ketika berhubungan dengan paypal, hosting, dan domain. Mungkin ranah itu masih  didominasi oleh para lelaki kali ya. Saya pun membalas sesopan mungkin dan mengirim instruksi untuk cara order, dan dia meminta id YM saya untuk chat. Saya lupa tanggal pastinya kapan pertama kali kami chat, akhirnya saya membuka histori conversation di email dan menemukan kalau awal chat ini dimulai tanggal 1 Oktober 2012.

Awalnya kami chat biasa aja layaknya mitra bisnis dan menjelaskan panjang lebar tentang cara order. Tapi, ditengah chat tiba-tiba dia tahu identitas saya, dia menemukan profil saya di facebook dengan mengetik email saya di kolom pencarian, dan add profil saya. Saya langsung menolak dia, karena bagi saya pantang untuk berteman dengan customer. Saya pengen facebook pribadi hanya untuk berbagi dengan orang yang saya kenal bukan orang yang sama sekali belum  punya mutual friends dengan saya. Saya menjelaskan alasan ini dan untungnya dia mengerti. Saya paham maksudnya mungkin dia takut saya melakukan penipuan, dan mencari identitas saya selengkap mungkin :D

Saat itu saya juga menyempatkan untuk melihat profilnya facebooknya, nggak tahu kenapa saat pertama kali liat PP nya, saya merasa kayak pernah ketemu sama dia sebelumnya (mungkin cuma perasaan saya aja :D ). Ternyata dia dulu lulusan SMAN komplek di Surabaya yang terkenal dengan siswanya yang pinter-pinter dan banyak yang masuk ke PTN favorit. Sejak dulu saya suka orang pinter, dan dia lulusan ITS. OMG, salah satu calon kriteria saya dulu adalah saya pengen banget dapat suami orang ITS. Karena tahun 2007 saya ditolak ITS nggak keterima SPMB, dulu pernah kepikiran, nggak papa deh gk keterima di ITS, siapa tahu nanti dapat suami orang ITS. Padahal saat itu gara-gara gk keterima di ITS, saya sampai nangis dua hari loh.. :D

Nah mulai ini lah pembicaraan kami mulai bersifat pribadi. Saya jadi tahu kalau perbedaan umur kami selisih 5 tahun. Dia belum menikah, dan cukup mapan karena telah bekerja diluar Surabaya pada salah satu cabang BUMN yang memiliki peran vital di Indonesia. Bahkan di usianya yang cukup matang saya sempat mengolok dia dengan sebutan homo karena tak kunjung menikah. Kalau dipikir-pikir saat itu, saya jahat banget deh ngatain dia homo.. :D

Karena keseringan komunikasi baik lewat chat atau sms sekedar ngasih tahu status barang, timbul perasaan suka saya ke dia mungkin gara-gara "witing tresno jalaran soko kulino". Saya menolak mati-matian rasa suka itu, karena saat itu saya lagi sibuk ngerjakan skripsi dan udah jalan semester 9, yang artinya mau nggak mau saya harus lulus semester 9 dan nggak boleh molor kuliah lagi, dulu saya punya cita-cita bisa lulus kuliah tepat waktu 8 semester. Disamping itu saya nggak pengen susah dengan urusan perasaan, karena urusan dengan hati nggak bisa disembuhkan dengan obat yang ada di toko manapun.

Akhirnya sebulan kemudian kami benar-benar bertatap muka. Dia datang kerumah untuk mengambil barang. Saya berusaha biasa saja dan seolah kami telah berteman lama, padahal asal tahu saja, saya gugup juga loh, karena dia lelaki pertama yang sendirian datang ke rumah saya. Banyak sih teman laki-laki yang main ke rumah, tapi tidak pernah sampai keatas rumah, paling cuma duduk diluar rumah. Model rumah saya itu lantai bawah dibuat toko dan gudang, terus lantai atas dibuat kayak kamar-kamar. Sampai-sampai orang baru (termasuk kustomer) tiap ke rumah ngira kalau rumah saya ini kos-kosan. Tolong dibayangkan sendiri ya, karena nggak mungkin saya foto-foto rumah saya.. :p

Ternyata dia cukup manis. Saya lebih suka orang manis daripada orang ganteng. Boleh lah buat diajak ke kondangan, dan nggak malu-maluin buat di pamerin ke teman. hehehe..emangnya dia barang  pameran apa. :D Pulang dari rumah, dia sms tanya kok nggak ada bapak saya dirumah? saya bilang aja kalau saat itu bapak saya lagi cangkrukan di pos. Nggak tahu kenapa saat itu feeling saya bilang kalau dia punya masalah dengan ayahnya. Saya masih ber postive thingking aja, dia tanya begitu mungkin dia emang pengen tahu bapak saya karena udah ketemu dengan ibu saya, kedua dia ngira bapak saya tiada sehingga saya jadi tulang punggung keluarga, dan yang terakhir dia pengen liat bapak saya biar kalau mau ngelamar besok nggak deg2an, wah klo alasan yang terakhir ini ngarep banget.. :D Dan beberapa bulan kemudian feeling saya terbukti benar, kalau dia emang punya masalah dengan ayahnya, dan maap saya nggak bisa menyebutkan hal itu disini.. :)

Udah enam bulan lebih kami berhubungan sebagai mitra bisnis, dia termasuk orang yang loyal banget, dia selalu ngasih fee lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya, karena saya nggak matok harga buat jasa  order barang.  Selama waktu itu pula saya seringkali dibuat galau :D

Saya sadar kayaknya  dia nggak tertarik pada saya, kenapa saya membuat kesimpulan seperti ini? Karena saya yang sering lebih dulu menyapa  di chat saat dia online, sering sms nggak penting, jangan bayangkan sms nggak penting ini isinya “lagi ngapain?”,  “Udah makan belum?“ saya paling anti mengirim sms kayak gitu pada seorang lelaki yang bukan siapa2 saya. Pernah ketika saya sms panjang banget dan sebelnya dia cuma jawab “OK”. Saya paling sebel klo dia balas sms cuma jawab OK, sekalian aja gk usah balas sms saya, asli beneran buang2 pulsa aja. Terus kadang kalau balas sms lamaaaa banget.  Gimana gk galau coba, hahaha..ngenes banget ya saya ini :D Karena semakin sadar kalau dia gk tertarik, saya pernah menghapus contact dia di YM dan no hape nya di phone book.  Malah gara2 ini ada kejadian lucu yang terjadi, ketahuan klo saya hapus no hapenya :D

Semakin pengen buat menghindari dia, malah saya merasa semakin sulit buat lupain dia, sempat terbesit buat ngeblock akun facebook nya sekalian biar saya nggak “stalking” status dia :D. Rasanya aneh juga kayaknya klo tiba-tiba saya ngeblock dia tanpa alasan yang jelas, karena saat itu ada barang pesanannya yang masih dirumah.

Dan untungnya saya bisa mengelola perasaan ini lebih positif nggak galau terus2an karena kalau hati saya ngurusi dia terus bisa-bisa skripsi saya nggak selesai2. Malah dia jadi  salah satu semangat saya buat nyelesaikan skripsi, selain orang tua saya tentunya. Saya janji pada diri saya sendiri kalau saya bisa menyelesaikan skripsi, saya pengen ngajak dia keluar entah nonton atau makan2, tapi tentu saja tidak berdua. Karena saya  takut orang ketiga  si setan jadi obat nyamuk :D

Skripsi kelar, saya pun ingin menyebut dia didalam halaman persembahan, tapi nggak jadi karena tersadar lagi kalau kami bukan siapa2. Iya kalau dia jodoh saya, kalau bukan, bisa-bisa saat suami baca skripsi saya dia jadi cemburu lagi :D. Dan akhirnya kesempatan buat melunasi janji saya hampir tercapai, dia bersedia keluar makan2 bareng teman2 saya buat acara kelulusan, tapi gagal karena karena dia lagi sakit. 

Saya berusaha menjadi teman yang baik buat dia (dalam urusan bisnis), tanpa pernah dia minta, urusan jika dikemudian hari dia jadi suka saya, itu saya anggap aja bonus dari Allah :) Yang penting saya udah berusaha menebar sinyal ke dia. Nggak apa-apa kan namanya juga usaha menjemput jodoh. Kata mas Ippoh, jodoh nggak bakalan datang kalau kita hanya berdiam diri saja, perlu usaha :D. Mungkin dengan menulis dia di blog ini juga merupakan usaha, siapa tahu tanpa sengaja dia membaca tulisan ini. Hehehe…

Tanggal 27 Maret, pulang dari wisuda saya nggak sengaja kesasar di sebuah blog yang isinya keren banget, membuka mata saya tentang jodoh. Saya seperti di ingatkan sama Allah kalo saya emang harus benar-benar menetralkan perasaan saya ke dia.  Siapa tahu sebenarnya Allah udah mau mempertemukan saya dengan jodoh saya tapi karena hati saya yang terlalu condong ke dia, Allah masih menundanya. Dan saya nggak mau nasib saya kayak sahabat saya yang awalnya mereka hanya sebatas teman terus timbul perasaan suka dan cemburu. Dan si lelaki kesulitan buat melepas si perempuan karena terlalu suka. Saya nggak mau nasib saya seperti mereka. Saya ingin proses ketemu jodoh dan menikah nanti di Ridhoi oleh Allah. 

Gimana kita bisa menjalani kehidupan pernikahan dengan Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah, jika proses untuk menuju kesana aja Allah nggak suka, karena saya masih smsan dan chat dengan orang yang bukan pasti jodoh saya. Dan Alhamdulillah mulai awal April ini saya mulai rajin sholat malam dan dhuha, saya juga lagi ikhtiar dengan matematika jodoh, saya berusaha nyicil sedekah buat jemput jodoh minimal selama 6 bulan, maksimal 1 tahun kemudian nyicil sedekahnya bisa lunas.  Jadi jika Allah berkehendak, semoga 6-12 bulan kedepan saya bisa bertemu dengan jodoh saya.

Saya meminta kepada Allah untuk mempertemukan saya dengan si pangeran  disaat yang tepat, karena saya nggak mau jadi zina kalau terus-terusan kepikiran dia. Tepat,  saat saya benar-benar nyaman untuk menikmati hidup tanpa ada beban keuangan, saat saya udah mulai bisa masak enak, saat orang tua yakin kalau saya bisa memikul tanggung jawab berumahtangga, pokoknya saya pengen menikah disaat tepat dan pantas menurut Allah.

Setiap habis sholat saya selalu menyebut nama dia, 
“Ya Allah kalau dia memang jodoh ku, kuatkanlah ikatan diantara kami, kalau memang dia bukan jodohku, jangan pernah sedetik pun hamba memikirkan dia, berikanlah yang lebih baik menurut Mu.”
Dan Alhamdulillah sejak semakin pasrah buat masalah jodoh ini, hati saya semakin lapang dan saya udah nggak pernah galau lagi masalah rasa suka saya ke dia, saat dia telat balas sms atau sama sekali nggak balas sms saya :)

Semoga Allah SWT terus membimbing saya dalam proses menuju ikrar suci itu agar selalu di Ridhoi oleh Nya. Aamiin Ya Rabbalalamiin..

More aboutBerikan Paket Komplit yang Terbaik Menurut-Mu

Mbolang Pertama Kali ke Malang

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 16 Maret 2013

Share
Akhirnya bisa ngeblog lagi,,,, sejujurnya banyak sekali cerita yang ingin saya bagi lewat blog ini. Pengennya sih bisa nulis minimal tiap seminggu sekali, tapi kok ya rasanya males buanget ya.. :D serasa kayak mau nulis buat skripsi hehe..(dasar lebay).

Oke kali ini saya pengen cerita tentang pengalaman mbolang pertama saya ke Malang. Dan ini merupakan resolusi saya ditahun 2013. Pengen mbolang ke 3 kota di Indonesia.  Nah, mbolang ke Malang ini dalam rangka menemani teman ambil surat kerja. Dia diterima kerja menjadi pustakawan di salah satu Universitas Swasta di Malang. Congratulation for you Astuti. *) kiss n hug

Sebelumnya hari Rabu saya mengantar dia ke Terminal Bungurasih pergi ke Malang buat tes wawancara, karena dia kehabisan pesan tiket kereta dan salah satu jalan adalah naik bus. Mengingat  rumah saya yang cukup dekat dengan terminal, saya pun menawari dia buat nginep dirumah semalam trus rabu pagi saya anter ke Terminal. Posisi saya dan dia pada hari selasa kami lagi main ke rumah teman dalam misi membantu ngerjakan skripsi.  

Saya sempat mengutarakan kalau sebenarnya saya pengen ikut ke Malang, tapi cuma sehari saja. Dan tawaran itu datang saat Rabu sore dia sms kalau Jumat  harus ke Malang lagi untuk ambil surat kerja dan berniat mengajak saya. Saya pun mengiyakan ajakannya. Dia ngasih kabar kalau jadwal tiketnya Jum’at pagi  (15-03-13) jam 04.33 dan udah beli tiket pulang-pergi.  Wah..harus bangun jam berapa nih kalau berangkat jam segitu pikir saya.  Dia  janji kalau dia mau bangunin saya jam 3 pagi. Malam sebelum berangkat saya malah nggak bisa tidur nyenyak karena was-was kalau ketinggalan kereta. Serasa jadi anak kecil yang mau liburan karyawisata sekolah.. What a pity of me :D

Alhamdulillah saya bisa datang tepat waktu, berangkat dari rumah jam 3.40. Surabaya masih gelap, sepi  dan dingin, tapi asyik karena baru pertama kalinya saya mengendarai sepeda pagi-pagi. Saya pikir bisa menerobos lampu merah karena jalanan sepi, ternyata saat lampu merah banyak pengendara yang berhenti, jadi ikutan berhenti deh, padahal niat awal pengen nerobos lampu merah, biar cepet nyampek di kosnya Astuti :D

Sampai di Stasiun Gubeng Astuti mengeluarkan tiket buat masuk ke dalam Peron. Saya ternganga karena tiket kereta udah berubah dan lebih bagus, padahal kereta ekonomi. Beda saat terkahir kali saya naik kereta. Cuma lembaran tiket kecil dan nggak jelas saya bakalan duduk dimana. Nah tiket yang ini beda banget, bisa dipesan dari jauh hari buat tanggal keberangkatan, ada nama pemilik tiket, tanggal berangkat, ada nomor tempat duduk, dan yang pasti murah meriah karena cuma Rp.4.000. :D Ini saya scan tiket kereta apinya kalau nggak percaya. Tiket PP Surabaya-Malang.

Tiket Kereta Api Ekonomi

Saya bertanya tentang masalah tiket ini ke Astuti kalau sistem ticket seperti ini udah agak lama. Ketahuan kalau saya lama nggak pernah naik kereta.  Solanya kalau keluar kota saya keseringan naik mobil pribadi. Jadi perjalanan ini bikin saya excited karena udah lama nggak naik kereta. Terakhir kali naik kereta tahun 2008 main ke rumah teman di Kediri.

Beruntungnya kami dapat tempat duduk di samping jendela, jadi saya puas lihat pemandangan diluar. Ini pertama kali saya lihat pertanian bunga sedap malam. Baru tahu kalau sedap malam itu tumbuh di tanah, kirain nggantung kayak anggrek :D tapi sayang saya nggak sempat mengabadikan karena saking terpesonanya. Ini foto pemandangan gunung yang saya ambil di dalam kereta. saya nggak yakin ini gunung apa, tapi kayaknya sih gunung arjuna - welirang..

Hamparan Sawah dan Pegunungan

Sekitar jam 7.15an kami berdua sampai di Malang turun di stasiun Blimbing. Dari stasiun menuju kampus kami berdua jalan kali, lumayan sih jaraknya, tapi nggak kerasa capek soalnya sambil ngobrol. Liat pujasera yang jual bubur ayam, kami pun pengen makan bubur ayam. Tapi ternyata malah nggak tersedia soalnya lagi nggak buat katanya, jadi kami pilih nasi goreng dengan teh hangat. Pujaseranya cukup asyik karena kita duduk lesehan kayak di saung, terus ada kolam ikannya. Dan beruntungnya lagi saya menemukan colokan listrik dan bisa ngisi baterai BB. Asli baterai BB itu boros banget.. :(

Ikan Koi yang Banyak dan Besar-besar :D

Nasi gorengnya pun tiba.. Looks yummy.. :D

Nasi Goreng Pedas :p

Eh…Ternyata nasi goreng nya pedes (nggak pake bangettt), padahal udah pesen yang nggak pedes. Saya nggak suka pedes, dan saya pun menyisakan nasi goreng itu. Total harga nasi goreng dan teh hangatnya kena Rp.9000,-. Selesai makan, kami berdua langsung ke kampus, soalnya janjian jam 8.30. Langsung ketemu dengan seorang ibu di rektorat (lupa namanya siapa) untuk diajak ke perpustakaan. Habis ramah tamah sebentar, kami keluar mecari tempat kos ditemani Tika (siswi SMK magang di perpus) karena senin besok tanggal 18, Astuti sudah mulai masuk kerja.

Ini namanya apa ya??? Mosok dinamai papan nama kampus???

STIE Malangkucecwara (ABM), nggak tahu kenapa kok orang-orang disekitar kampus nyebut ABM . Ini yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang, besok-besok mau tanya ke Astuti aja deh.. =D  Menginjakkan kaki dikampus ini saya serasa bukan di Jawa lagi, tapi seolah di Pulau Dewata, Bali. Asli nggak bohong.. :D kereennnnn bangetttt, mulut saya dibuat “mangap” terus saking takjubnya. Bangunannya nggak kaku kayak kampus-kampus yang ada di Indonesia, selaras antara bangunan dan pekarangan hijaunya, banyak kolam ikan, didalam kampus ada sungai yang airnya cukup deras, ada bukit buatan,  terus ada tempat fitness nya lagi (asli fasilitas ini tambah bikin melongo :D ). Malah kalau boleh saya bilang, kampus ini kayak Villa atau tempat wisata :D Pokoknya kerasan banget, saya jadi nggak pengen pulang :D 

Didalam kampus ada sungai alami dan cukup deras

Bukit buatan, kayaknya ini dulu ada air terjunnya

Gedung Kuliah (kalau nggak salah ya..)

Puas foto-foto disana sambil menunggu Indah, teman kami yang tinggal di Malang (aslinya si Indah ini lanjut kuliah S2 di UGM, dan lagi mudik ke Malang). Indah datang, kami pun langsung persiapan jalan-jalan. Indah ngajak kami ke Alun-Alun Malang.  Ke malang nggak kuliner rasanya nggak afdhol. Nggak sengaja mata saya liat kedai es krim, kayaknya sih enak. Kami pun makan es krim disana.  Nama kedai nya BunnyIceBread, lokasi masih disekitar kampus STIE Malangkucecwara. Saya pilih rasa strawberry, Indah pilih rasa Vanilla, dan Astuti pilih rasa Coklat. Es Krimnya enak nggak bikin “eneg” tapi rotinya itu yang gk terlalu enak, harganya cukup terjangkau Rp.8000/porsi.

Ice Cream "BunnyIceBread"

Puas makan es krim, kami bertiga jalan sampai ke jalan utama buat nyari angkot ke Alun-Alun. Kami naik angkot AG bayar Rp.2.500,-/orang. Yang bikin saya heran, kenapa semua angkot di Malang warna nya Biru semua ya? Cuma ada tempelan sticker aja yang membedakan rute jalan, ada bertuliskan AG, ABG, AGL, M, dll. Sekitar 15 menit kami nyampai juga di alun-alun ini, agak sedikit macet waktu itu. Lokasi Alun-alun ini cukup strategis (ya..iyalah..namanya juga pusat kota). Ada Ramayana, Sarinah, Masjid Agung, kata Indah sih itu masjid yang terbesar di Malang. Cuaca nya mendung dan agak gerimis, jadi saya males buat foto-foto, terus saya juga ngantuk banget. Cuma ambil 1 foto buat kenang-kenangan.

Alun-alun kota Malang

Puas main di Alun-alun, kami main ke Ramayana, sekalian sholat Dzuhur. Habis itu makan mie ayam disekitar Ramayana, terus cap cus ke Stasiun Kota. Ketemu  4 bule cewek yang lagi backpacker-an di Stasiun Kota Malang. Stasiun ini menurut saya keren juga soalnya kalau mau masuk jalur kereta harus lewat terowongan dulu serasa di luar negeri. Di Stasiun ini ada 4 jalur kereta api, dan kalau mau masuk jalur 2, 3, dan 4 harus masuk tangga terowongan. Kereta saya ada di jalur 3.

Kereta datang telat sekitar 15 menit, dan ini pertama kalinya nya saya liat kereta ekonomi pake AC.  Beda sama kerata yang saya pakai tadi pagi. Bayar kereta  cuma Rp. 4.000.- dapat AC. Oh, Indonesia, saya  semakin cinta kamu.. :D Kalau nggak percaya ini saya kasih foto AC didalam kereta ekonomi.

AC didalam kereta

Alhamdulillah, kami berdua sampai di Surabaya dengan selamat. Saya beruntung memilih Malang sebagai kota mbolang saya yang pertama walau cuma sehari.  Sungguh, saya teramat cinta dengan kota malang, kota ketiga yang saya cintai setelah Surabaya dan Jember.  Waktu kecil saya punya memori tersendiri akan kota malang.. :) Sampai dirumah langsung ngisi baterai BB dan olala banyak sekali BBM masuk buat pesen barang dagangan, dan saya malas balas karena kadung kecapekan, besok sajalah..maafkan saya ya kustomerku tercinta :D

Dan Insyallah April besok saya akan mbolang ke Jakarta dalam rangka pernikahan sepupu saya, sebisa mungkin akan saya puaskan jalan-jalan di Jakarta. Jadi masih ada 1 kota lagi yang belum direncanakan untuk dikunjungi. Ada yang mau ngajak saya buat jalan-jalan ke luar kota??? Tenang saja saya nggak minta gratisan kok, soalnya emang udah saya anggarkan dana buat resolusi mbolang saya ini.. :D

PS: Adakah pertanyaan kenapa saya tidak memunculkan diri di postingan ini?
yang pengen tahu langsung komen ya..hehehe... :D
More aboutMbolang Pertama Kali ke Malang

Jodoh Cinta Versi Saya

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 03 Februari 2013

Share
Postingan ini mungkin dapat sedikit memberikan pencerahan buat teman saya yang merasa galau karena jodoh yang tak kunjung datang, termasuk saya sendiri sih sebenarnya :D. Dan sudah sejak lama saya ingin menulis ini tapi nggak ada waktu (alasan, karena saya aja yang males nulis :p).

Oke langsung saja, mungkin secara tidak sadar kita seringkali membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam menarik perhatian lawan jenis untuk mendapatkan pasangan. Seperti kata-kata
“kenapa aku tak kunjung dapat pacar sih, perasaan aku lebih lebih pintar dan baik dari si A deh, kenapa dia sering gonta-ganti pacar?” 
Pertanyaan itu  sering terlontar dari teman saya yang saat ini masih jomblo dan belum pernah pacaran sama sekali.

Atau ada juga pertanyaan seperti ini
“perasaan temenku ini biasa aja, bahkan lebih cantik dari aku. Kenapa dia udah ada yang ngajak nikah?  Aku yang sudah pacaran hampir 4 tahun, kenapa dia tak kunjung ngajak nikah?” 
kalau saya jadi cewek ini, saya akan segera meninggalkan pacar saya, dan mencari orang yang mau serius dengan saya :D (pendapat subyektif seorang fitri).

Perlu teman-teman ketahui, saya adalah penganut jomblo sejati dan belum pernah sekalipun merasakan yang namanya pacaran dengan pria. Apa saya nggak normal karena nggak pacaran? Oh tentu saja tidak, saya teramat sangat normal. Saat saya masih SMA,  ada beberapa nama pria yang pernah mengisi buku diary saya, silahkan liat sendiri. Tapi berhubung isi diary rahasia, jadi maaf saya nggak bisa memperlihatkannya teman..  :)

Alasan saya nggak pacaran adalah karena saat kelas 3 SMP saya pernah baca buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” milik Salim A. Fillah. Saat itu saya iseng aja pinjam buku di perpustakaan. Klo diingat-ingat sekarang, mungkin dulu saya termasuk orang aneh, karena saat ini mana ada anak ABG yang mau baca buku kayak gitu?

Selesai membaca buku itu, entah kenapa tiba-tiba saya bertekad untuk tidak akan pacaran sebelum nikah. Buku itu sangat mempengaruhi kehidupan saya selanjutnya dalam memandang lawan jenis. Kalau teman2 mau baca buku itu silahkan pinjam di perpustakaan, teman, sodara atau beli di toko buku terdekat. Karena saya juga tidak memiliki buku itu :D

Tapi yang namanya suka atau cinta emang nggak bisa dihindari atau ditolak.  Saya pun merasakan hal ini saat masa SMA. “Karena kita nggak tahu kapan hadirnya cinta, tapi kita bisa merasakan getaran cinta” (copas kata2 teman yg dkirim lewat sms :D)

Ada satu pria yang sangat menarik perhatian saya saat SMA diantara pria yang lain yang pernah saya suka, sebut saja namanya Mr. X (sok jadi detektif).  Awalnya saya memandang dia biasa saja, dia sering main ke kelas saya saat istirahat karena kami beda kelas. Suatu saat tak sengaja saya sering melihat dia sholat dhuha di mushola sekolah, saat ikut eskul SKI pun dia sangat menonjol karena hafalan surat al-qurannya cukup banyak (saya tahu ini karena saya juga ikut eskul SKI). Hingga karena kagumnya saya pada dia, saya berani ngirim surat klo saya kagum sama dia karena agamanya yang superbbb sekali. Tentu saja bukan menyebutkan nama asli saya di surat itu. :D

Dan akhirnya saya tahu kalau sebenarnya Mr. X itu juga suka saya sebelum saya mengirim surat. Saya tahu ini dari teman sekelas saya, saat saya iseng bertanya pada dia tentang Mr. X ini. Kebetulan teman saya ini teman MOS Mr. X.  Kata teman saya ini, alasan dia main ke kelas adalah untuk memperhatikan saya, TePe2 gitu lah. Saat itu rasanya tulang saya lepas satu persatu saking senangnya, karena rasa suka ternyata nggak bertepuk sebelah tangan :D. Tapi dari cerita teman saya, saya baru tahu kalau Mr. X ini sudah punya pacar dan dia bingung antara saya atau pacaranya. Sejak tahu dia punya pacar,  saya jadi nggak terlalu suka sama dia. Saya itu tipe orang yang kalau tahu orang yang saya suka udah punya pacar, saya akan mundur dengan teratur :D

Lama kelamaan saya biasa aja ke Mr. X ini, bahkan kami sekelas selama 2 tahun, saat kelas XI dan XII. Kami pun berteman cukup akrab, karena kita sering berdiskusi masalah pelajaran. Dan sekarang Mr. X ini sudah menikah dengan pacarnya yang dulu dan telah memiliki seorang putri yang cantik dan lucu. :D

Itu cerita saya saat masa remaja atau puber, jadi saya berhasil melewati masa puber tanpa pacaran. Nah menginjak usia 20an, kalau nggak salah saat itu saya berusia 19 tahun, ada  pria yang secara terang-terangan mengajak saya menikah. Kami bertemu saat saya main ke kos teman, waktu itu pria ini sedang ngajak kakak teman saya buat keluar, tapi secara halus saya menolaknya karena saat itu saat nggak mau nikah sebelum lulus kuliah.

Trus muncul seorang pria lagi yang pengen ngajak serius, saat saya usia 22 tahun. Sekali lagi saya menolak pria ini karena banyak sekali perbedaan, disamping itu pria ini seorang perokok, saya nggak suka pria merokok karena menurut saya nggak keren sama sekali. Saya menolak kedua pria tersebut bukan karena saya yang pilih-pilih, tapi karena merasa kalau mereka bukan orang yang saya cari :)

Yup, sekali lagi saya bisa melewati kehidupan tanpa pacaran. Dan alhamdulillah malah baik-baik saja, nggak perlu buang pulsa buat telepon dan sms, nggak perlu sakit hati karena putus pacaran, nggak perlu buang uang buat kencan, dan yang pasti nggak nambah dosa karena sering berduaan. Walau dalam hati kecil tak dipungkiri kalau saya sering mendamba seorang pria yang siap mengantar kemana pun kalau saya males naik sepeda motor, siap membantu membawa barang belanjaan saat kulakan di PGS, siap membuatkan makanan enak kalau lagi malas makan, siap membantu saat ada tugas kuliah. Loh..loh..kok rasanya malah jadi mirip saya butuh pembantu ya :D.  Yah intinya, kadang saya merasa timbul perasaan iri kepada  teman-teman saya yang sudah memiliki pasangan walau belum berstatus halal (pacaran).

Nah, teman jika kalian para jomblo dan sudah membaca postingan ini berbangga lah dengan status jomblo kalian karena kita istimewa, bukan bekas pacar si A, si B, atau si C. Kita itu istimewa karena kita mampu menjaga hati dan cinta yang halal hanya untuk orang yang berani menemui orang tua kita, untuk menggandeng kita ke pelaminan. :D

“Lha trus kalau nggak lewat pacaran, cara tahu jodoh kita dari mana fit?” Jujur saja ya, kalau dikasih pertanyaan ini saya pun juga nggak bisa jawab. Karena saya sendiri pun belum menikah :p. Saya sering melihat banyak para akhwat dan ikhwan remaja masjid yang menjalani proses pernikahan tanpa pacaran, saya pun ingin seperti mereka walaupun saya jauh dari kesan akhwat :D

Kata mbak yang seorang akhwat bimbingan ngaji saya, kita akan tahu dia jodoh kita atau nggak saat kata ijab qabul terucap. Kalau kata itu sudah terucap, dia pasti adalah jodoh kita. Dan pasti jalan kesana akan semakin dimudahkan oleh Allah walau banyak halangan dan rintangan yang menghadang (duh..jadi mirip soundtrack nya kera sakti :D). Karena walau kita sudah menjalani proses lamaran belum tentu dia menjadi jodoh kita, kisah nyata adalah teman saya sendiri yang tidak jadi menikah walaupun sudah melaksanakan proses lamaran. Tapi Alhamdulillah, Oktober 2012 dia sudah menikah dengan tetangga beda gang :D

Oh ya, disamping itu saya tersentil dengan status teman Fb saya yang ngomong kayak gini
“Rasulullah menikah di usia 25 tahun dengan Khadijah. Tahun ini saya akan berusia 25 tahun. Afdalnya sih mengikuti jejak Rasul juga. Tapi, gimana ya... #galaukumat :) “ ---Lalu Abdul Fatatah, penulis buku Travelicious Lombok
Jadi ingat,  kalau tahun ini saya akan berusia 24 tahun, jadi masih ada 1 tahun sebelum 25 tahun. Moga Allah mengizinkan saya menikah sebelum umur 26 tahun. Biar bisa mengikuti jejak Rasulullah. Amin..

Pokoknya untuk saat ini, saya sedang berusaha untuk memperbaiki diri saya dulu, istilah kerennya memantaskan diri. Sehingga saya pun juga bisa menjadi orang yang pantas untuk menjadi pasangan buat dia.

Kayaknya udah ya nulisnya, pasti kalian juga capek kan baca postingan saya yang kelewat banyak ini. Moga ada hikmah yang bisa diambil dari tulisan ini ya teman.. :). Kalau ada yang merasa tersentil saya mohon maaf ya, tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui tapi  berbagi rasa menghadapi para galauer yang jodohny tak kunjung datang (menghibur diri sendiri)

Untuk mengakhiri postingan ini saya ingin berbagi makna cinta dengan kalian semua, yang saya sendiri lupa dari mana saya memperoleh kata-kata ini. Hope you like it

Makna Cinta

Jangan salah memaknai cinta...

Ia hadir pada diri tiap makhluknya.

Acapkali ia kotor karena kotornya hati manusia yang salah memaknainya.

Tak ada yang salah dengan cinta...

Karena ia hadir sebagai rahmat dari Allah untuk makhluknya.
Bukan untuk dienyahkan atau dicampakkan.
Ia hadir untuk disemai dan dipelihara.

More aboutJodoh Cinta Versi Saya

Bertemu Malaikat Secara Online

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 22 April 2012

Share
Mungkin judul postingan ini sedikit berlebihan, tapi sungguh kejadian ini pernah saya alami walau tidak benar-benar dalam wujud malaikat.
Aslinya ini cerita tentang saya yang dibantu seorang yang tidak saya kenal di dunia nyata.
Ceritanya saya sedang membutuhkan saldo paypal untuk membayar fee ebay dan membeli barang dropship untuk jualan saya di ebay. Karena saat itu saya sedang memulai lagi jualan di eBay, saya pun kelimpungan mencari dana untuk menalangi uang penjualan yang di hold oleh paypal.
Akhirnya saya menghubungi seseorang di grup facebook yang bernama Mr. B, yang saya kenal hanya lewat facebook saja. Dan tanpa disangka dia mengirim saldo yang lebih dari cukup bahkan saya ingat dia sempat berkata "nggak usah dikembalikan". Tapi saya nggak mau, soalnya kalau dari awal saya bilang pinjam pasti suatu saat akan saya kembalikan walau agak lama. Berlalunya waktu saya pun sudah bisa melunasi pinjaman yang saya transfer lewat rekenening Mr. B ini. 

Dan sejak kejadian itu, saya sering banget pinjam saldo paypal ke orang ini, entah untuk membeli domain, beli theme blog, buat belanja dan lain sebagainya. Saat saya iseng membuka jasa order barang dari luar negeri terutama dari eBay dan China saya pun seringkali mengandalkan orang ini untuk membantu saya meminjami saldo paypal. Pernah saya pinjam lebih dari 100USD dan baru dibayar 3 hari kemudian gara-gara klien saya yang telat bayar. Dan untungnya si Mr. B ini nggak pernah nagih saat saya telat bayar padahal udah janji besoknya mau transfer. :)
Entahlah atas dasar apa Mr. B ini begitu mudah percaya sama saya, meminjamkan duit yang cukup besar tanpa ada syarat. Apa orang ini nggak takut saya bohongi ya?

Disamping Mr. B ini saya sering bertemu dengan orang yang teramat baik yang sering membantu saya walau tidak pernah bertatap muka, ada Mrs. S yang rela mengirim kaos pesanan buyer eBay kerumah saya tanpa membayar dulu, dan baru saya transfer besoknya, ada Mr. Y yang berjualan VCC yang mau saya bayar belakangan kalau VCC yang dia jual berhasil buat verifikasi.

Mereka ini lah yang saya sebut malaikat di dunia online. Saya masih percaya kalau orang-orang didunia online ini bukan hanya berisi para penipu, setidaknya saya masih bisa merasakan bahwa masih ada orang baik dan bisa dipercaya di dunia maya.
More aboutBertemu Malaikat Secara Online

Dapat Voucher Matahari Gratis

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 21 April 2012

Share
Yup, voucher gratis ini saya dapat dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Kamis, 19 April kemarin saya dengan kedua teman saya, Vika dan Inez berniat mencari sepatu kets di Matahari TP, katanya ada diskon 50% sepatu kets merk N****A.
Nah si Vika ini pengen banget beli sepatu, soalnya sepatunya ketinggalan dirumah saat pulang ke Cirebon. Saya tahu info diskon sepatu tersebut dari Inez, karena 2 hari sebelumnya dia sudah beli sepatu diskon tersebut.

Akhirnya jam 4 sore, kami bertiga segera meluncur ke Tunjungan Plaza setelah sholat Ashar di Perpustakaan Kampus B.
Berhubung saat itu saya lagi puasa, dan pengennya sih kesana pas hari sabtu aja sekalian weekend. Awalnya sempat mikir juga buat ke TP dalam keadaan puasa, tapi dengan pedenya Vika bilang, "Ntar, tak kasih susu kedelai buatanku deh buat buka puasanya" hehehe.. Dasar tuh Vika ngebet banget pengen beli sepatu.

Kalau boleh jujur, saya sudah lama nggak beli sepatu. Saya bukan seorang gadis yang suka berlama-lama milih sepatu atau baju di Mall, bahasa kerennya Nggak Modis. Bahkan sepatu yang saya gunakan ke kampus sudah hampir 3 tahun dipakai, walaupun sedikit rusak, tapi masih layak pakai kok.

Nyampai di area sepatu, vika dan inez langsung dengan pedenya mencoba berbagai aneka sepatu. Awalnya saya hanya lihat-lihat aja dan nggak tertarik buat mencoba. Nah, saat si Vika berhenti di salah satu sepatu merk T****T, saya pun ikut-ikutan mencoba sepatu karena saking penasarannya dengan harga si sepatu yang sampai 200rb. Dan olala....betapa kagetnya saya, ternyata harga memang nggak bisa bohong. Saat saat mencoba sepatu T****T ini, saya merasakan kakinya saya terasa sangat nyaman dan nggak bikin sakit di kaki, beda sekali dengan semua sepatu yang saya miliki. Lah wong cuma punya 2 sepatu, Jadi malus nih..

Habis itu, kami pergi ke area sepatu kets yang didiskon. Melihat model sepatu kets yang nggak menarik di mata, saya langsung jadi males beli sepatu kets dan kepincut dengan si T****T ini. Tapi apa di kata keuangan yang di dompet nggak mendukung. Akhirnya saya duduk-duduk saja menunggu Vika memilih sepatu kets dan memberikan komentar mengenai sepatunya. Setelah Vika membayar sepatu kets, kami pun berencana lihat sepatu N****A cewek dan pindah ke area sepatu cewek dari area sepatu sport. Dan nggak terasa udah waktunya buka puasa, Vika langsung menyodorkan sebotol susu kedelai kepada saya. Tapi si Inez ini masih sibuk nyoba aneka sepatu cewek.

Dan kejadian yang nggak terduga itupun datang, tiba-tiba ada seorang ibu yang berniat ngasih voucher 50rb ke Inez karena ibu tersebut memiliki 3 voucher gratis. Dan ibu tersebut ngajak kita semua buat beli sepatu bareng. Jadi intinya sepatu yang kita beli bakalan dapat diskon 50rb kalau belinya jadi 1 dengan belanjaan si ibu. Awalnya kami bertiga sempat nggak percaya dengan tawaran voucher gratis tersebut, tapi behubung ibu itu tulus ngasihnya, kami pun menerima tawaran voucher tersebut.

Sebenarnya ada sepatu cewek N****A yang bikin saya kepincut buat dibawa pulang yang harganya 140rb dikurangi diskon voucher jadi 90rb. Kalau saya jadi ambil itu voucher sempat bingung cara bayarnya. Soalnya, uang di dompet tinggal 40rb, dan kurang 50rb. Tapi inez dengan gaya yang meyakinkan bilang "Nggak papa, ayo kita ambil aja vouchernya, ntar tak pinjemi uang 50rb".


Dan kejadian unik pun datang, vika juga pengen beli sepatu pake voucher, masalahnya uang yang kita punya bertiga nggak cukup buat beli sepatu. Baru sadar kalau wanita itu kalau belanja nggak pake otak, asal ada barang gratis dan murah nggak bakalan nolak. Hehehe..

Akhirnya Vika berinisiatif buat ke ATM terdekat. Saya pun berlari menemani Vika. Dan menjadikan Inez sebagai jaminan ke Ibu baik itu. Maaf ya nez hehehe... Sebelumnya kami tanya ke pak Satpam buat nyari ATM terdekat. Dan kami berdua berlari menuju ATM. Sungguh baru pertama ini saya berlari-lari di dalam Mall hanya untuk mencari ATM. Udah gitu ATM nya di lantai 1 dan pojok banget. Saya sampai ngos-ngosan bareng Vika buat nyari tuh ATM, dan untungnya waktu kembali ke Matahari, si Ibu dan Inez masih ada. Kami pun segera mengganti uang si Ibu. Dan mengucapkan terima kasih sekaligus berkenalan, belakangan saya tahu namanya adalah Ibu Tati dan tinggal d Rewwin-Sda. Kami pun berpamitan untuk pergi dulu karena mau sholat magrib. Dari cerita inez, saya tahu kalau ibu Tati mau pergi ke Australia buat mendampingi suaminya yang ada tugas di sana, dan butuh sepatu yang tidak berhak tinggi.

Pokoknya bagi saya kejadian ini merupakan salah satu kejadian yang nggak bisa dilupakan dalam hidup saya. Sempat berfikir juga mungkin ini Rezeki gara-gara puasa hehehe..
Dan tak lupa terima kasih buat Ibu Tati yang sudah berbaik hati dengan memberikan voucher gratis, semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan yang lebih baik
More aboutDapat Voucher Matahari Gratis

Pengalaman Membeli Domain Murah di GoDaddy

Diposkan oleh Fitriana Rahayu on 11 Februari 2012

Share
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya membeli domain di godaddy. Sebelumnya saya sudah sering membeli domain lewat penjual lokal, paling sering sih di domainesia soalnya harga domain .com paling murah dibandingkan penjual yang lain yang memberikan harga murah jika ada promo.

Keputusan saya membeli domain di godaddy karena sebelumnya saya sering mendengar dari kalangan blogger kalau harga domain di goddaddy itu murah meriah. Bahkan saya sempat membaca status salah satu blogger di facebook bahwa domain .com di godaddy nggak sampai $2 dalam 1 tahun, dan menjadi harga normal di tahun berikutnya, tapi sayang hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit dan tidak menerima paypal. Pada saat itu saya urung untuk membeli domain di godaddy.

Dan kebetulan saat ini saya dapat rezeki dari hasil ngeBay, nggak ada salahnya saya mencoba membeli domain disana. Dan kebetulannya ada promo domain .info dan .us.
Pada awalnya saya berniat membeli domain .us saja dengan keyword yang sudah saya idamkan namadomain.us. Sengaja memilih us karena saya berniat menjual produk ke us atau kalau nggak jadi jualan produk bisa di buat mencoba bermain affiliate amazon. Tapi sayangnya domain tersebut sudah udah ada yang punya.

Pada saat itu saya lagi chat di fb dengan kenalan saya, dan dia menyarankan untuk menambah simbol dash "-" di nama domain, karena hal tersebut tidak berpengaruh pada mesin pencari google. Akhirnya saya pun order nama-domain.us dan alhamdulillah masih tersedia dengan harga $3.99. Jujur saat melakukan pendaftaran di godaddy ini ribetnya minta ampun. Banyak banget form yang harus di isi. Selain itu proses checkout ke keranjang belanja banyak sekali tahap yang harus dilalui, terutama saat mencoba membayar dengan paypal.

Dan ketika di tahap akhir checkout saya ditawari domain .info dengan nama yang sama seharga $0.67 akhirnya saya ambil sekalian domain tersebut, karena kapan lagi bisa dapat domain .info dengan harga $0.67? Hehehe..

Tapi herannya sebelum order domain saya, iseng order domain .info malah harganya $2.99, lah ini kok tiba-tiba berubah jadi 0.67? Pendapat saya yang newbie mungkin kalau pengen dapat domain .info dengan harga 0.67 sebelumnya harus order nama domain yang lain. Soalnya saya menemukan penjual di kaskus yang menerima jasa membelikan domain di godaddy cuma seharga 10rb dengan min. pembelian 2 domain .info.

Oke kayaknya itu aja deh hal yang bisa saya ceritakan, kalau mau order domain .info dan .us murah segera meluncur ke godady ya..
Ingat harga domain hanya untuk tahun pertama saja, dan tahun berikutnya menjadi harga normal. Dan jika tahun selanjutnya nggak pengen di godaddy, anda bisa transfer domain ke penjual yang lain maximal 2 minggu sebelum masa expired domain.

More aboutPengalaman Membeli Domain Murah di GoDaddy